Dokter Ibnu Hantoro Korban Lion Air Berhasil Diidentifikasi Menggunakan DNA Ayah

  • Diupload pada 7 Nov 2018

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Arisa (4) menanyakan perihal keberadaan sejumlah karangan bunga ucapan duka cita bertuliskan nama ayahnya, Ibnu Hantoro (33) korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP.

    Slamet, ayah Ibnu Hantoro menuturkan anak pertama dokter spesialis penyakit dalam itu bertanya karena masih baru belajar membaca.

    "Anak pertamanya nanya, kok nama papi disebut-sebut terus. Dia baru bisa belajar membaca, makannya pas lihat karangan bunga depan rumah dia bertanya," kata Slamet di Sukmajaya, Depok, Rabu (07/11/2018).

    Dia menuturkan, jenazah Ibnu Hantoro berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) menggunakan hasil DNA yang diambil darinya.

    "Berhasil diidentifikasi pakai DNA, kemarin pas di RS Polri DNA saya diambil. Sekarang jenazah dalam perjalanan dari RS Polri ke rumah. Rencananya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon habis salat Dzuhur," ujarnya.

    Mengenai kondisi istri Ibnu Hantoro, Helda Aprilia (31), Slamet menyebut menantunya sudah mulai dapat mengikhlaskan kepergian Ibnu Hantoro dan selalu memanjatkan doa agar Ibnu Hantoro diberikan tempat terbaik di akhirat.

    Sebelum jasad Ibnu Hantoro berhasil diidentifikasi, perempuan yang juga merupakan dokter Rehab Medik di RS Pasar Rebo itu dirundung duka lantaran belum mengetahui nasib suaminya.

    "Sebelum berhasil diidentifikasi istrinya sedih, saya bilang doakan saja yang terbaik. Sekarang setelah berhasil diidentifikasi istrinya masih terus berdoa dan mengaji, sekarang istrinya ada," tuturnya.

    Sebagai informasi, Ibnu Hantoro merupakan satu korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10/2018) pagi hari lalu.

    Pada Jumat (26/10/2018) sore Ibnu Hantoro pulang ke rumah orangtuanya di Komplek Pelni Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Depok untuk menemui keluarga sekaligus mengikuti tes CPNS.

    Almarhum terbang ke Pangkalpinang untuk melanjutkan masa pengabdian wajib kerja dokter spesialis di RSUD Koba Bangka Belitung selama satu tahun.

    Sebelum bertugas di RSUD Koba Bangka Bangka Belitung, Ibnu Hantoro yang meninggalkan dua anak, yakni Arisa dan Fatih (1) bekerja di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat.

    Jasadnya merupakan satu dari 17 jasad yang berhasil diidentifikasi Tim DVI pada Selasa (06/11/2018).



    Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dokter Muda Ibnu Hantoro Jadi Korban Lion Air PK-LPQ, Sang Anak: Kok Nama Papi Disebut Terus, http://jakarta.tribunnews.c....
    Penulis: Bima Putra
    Editor: Kurniawati Hasjanah

    Channel TribunJakarta Official